Mendengar kata artikel mungkin yang terlintas di pikiran kita adalah informasi-informasi yang terdapat di internet ataupun berita yang bertebaran pada rubrik media online. Pemahaman sebagian orang tentang artikel memang masih sering keliru, bahkan kalangan pelajar sendiri memaknai artikel dengan definisi yang sempit dan kurang tepat seperti kalimat pertama di atas. Akibatnya banyak dari kalangan akademisi yang masih canggung dan tidak cakap untuk menulis artikel.
"Lalu apa itu artikel ?"
Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “Artikel adalah karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya.” Sedangkan menurut Samidiria dijelaskan bahwa artikel adalah tulisan lepas yang berisi opini seseorang yang membahas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan terkadang kontroversial dengan tujuan informatif, persuasif, argumentatif dan menghibur khalayak pembaca (Samidiria, 2004:1).
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa artikel adalah salah satu jenis karya tulis yang berisi paparan opini tentang fakta suatu masalah yang aktual dan kontroversial untuk dipublikasikan secara umum dengan tujuan memberi informasi ataupun mengajak khalayak pembaca untuk melakukan sesuatu.
"Lantas apa bedanya antara artikel biasa (non-ilmiah) dengan artikel ilmiah ?"
Berdasarkan struktur atau unsur-unsurnya sebenarnya tidak terdapat banyak perbedaan antara artikel biasa dengan artikel ilmiah. Hanya saja yang membedakannya yaitu pada ruang lingkup tujuannya.
Artikel non-ilmiah diperuntukan secara umum. Otomatis baik topik atau tema masalah pada artikel non-ilmiah bersifat populer dan ringan, dalam artian tidak memerlukan pengembangan atau analisis masalah dalam memahaminya contohnya seperti artikel-artikel yang ada di blog ini. Selain itu pun gaya bahasa atau diksi yang digunakan lebih santai dan mudah dicerna oleh semua lapisan pembaca. Oleh karenanya, artikel non-ilmiah dapat kita jumpai pada majalah, koran atau bahkan media online.
Adapun artikel ilmiah ruang lingkupnya tentu terfokus pada kalangan akademisi. Karena masalah atau topik yang dibahas pada artikel ilmiah yaitu berkaitan dengan kajian sebuah ilmu atau penelitian tertentu. Oleh sebab itu, penyajian dan penggunaan bahasa harus disesuaikan agar baku dan sistematis. Artikel ilmiah biasanya dipublikasikan pada jurnal – jurnal tertentu.
"Lalu bagaimana cara menulis artikel ilmiah dengan baik dan benar ?"
Kemampuan menulis tentunya tidak diperuntukan khusus pada siapa pun, melainkan siapa pun harus memiliki kemampuan menulis. Terutama untuk para akademisi dimana menulis artikel atau menyusun paper merupakan skill yang harus dikuasai. Oleh karena itu perlu dipahami cara-cara menulis artikel ilmiah yang baik dan benar yang akan dijelaskan di bawah ini.
1. Menentukan Ide
Langkah pertama dalam menulis artikel ilmiah tentu harus dimulai dari sebuah ide. Ide adalah sesuatu yang melintas pada pikiran, baik berupa kata maupun kalimat setelah kita membaca, menyimak, melihat, mengalami, dan merenungkan sesuatu. Pada akhirnya ide tersebutlah yang akan kita kembangkan menjadi suatu gagasan dan topik dalam artikel kita.
Mencari ide untuk artikel ilmiah tentu bukan hal yang sulit. Ide atau pikiran dapat kita peroleh dari sekitar kita, mulai dari buku-buku yang pernah kita baca, perisitiwa yang terjadi di masyarakat, atau bahkan berpijak dari artikel ilmiah orang lain.
Kumpul dan catat ide tersebut sebanyak mungkin yang kamu dapat dari sumber dan referensi yang berbeda, kemudian tentukan ide yang paling aktual dan relevan.
2. Menentukan Topik
Langkah selanjutnya setelah menemukan ide adalah menentukan topiknya. Topik merupakan pokok permasalahan yang akan dibahas. Seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, apabila kita telah menentukan suatu ide maka ide tersebut harus kita kembangkan lagi menjadi suatu topik.
Contohnya kita memilih ide tentang kehidupan masyarakat. Dari ide tersebut kita buat menjadi lebih kerucut lagi dengan memfokuskan ke bagian-bagian kecil dari kehidupan masyarakat, contohnya seperti: Pentingnya Menjaga Kerukunan dan Toleransi di Masyarakat.
Namun dalam pemilihan topik perlu diperhatikan bagaimana latar belakang pengetahuan dan kemampuan penulis, kesesuaian dengan pembaca, ke-aktualannya, topiknya tidak terlalu luas dan harus ditunjang oleh referensi yang memadai.
3. Menentukan Metode Penelitian
Karena kita ingin menulis sebuah artikel ilmiah maka diperlukan suatu metode dalam upaya menganalisis masalah pada topik yang akan kita angkat. Oleh karena itu tentukan langkah yang paling tepat dengan meninjau kembali jenis datanya, apa yang akan dibahas, tujuannya, dan kesimpulan yang diharapkan.
4. Membuat Kerangka Tulisan
Untuk memudahkan dalam menulis artikel ilmiah, sebaiknya disusun kerangka tulisan atau outline terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk mengatur sistematika karangan agar tulisan tidak tumpang tindih dan tetap fokus pada pokok permasalahan.
Cara membuat kerangka tulisan dalam artikel ilmiah dapat dimulai dengan menentukan sistematikanya yaitu: Abstrak, Kata Kunci, Pendahuluan, Metode, Pembahasan, Penutup dan Daftar Pustaka.
Membuat outline cukup fokuskan pada bagian Pendahuluan, dan Pembahasan. Tulis hal-hal penting dan prioritas seperti teori-teori, pendapat para ahli, opini pribadi dan sebagainya. Kemudian jangan lupa untuk mencatat batasan materi di poin-poin bagian Pembahasan agar tidak terjadi tumpang tindih saat dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang utuh.
5. Menulis Artikel Ilmiah
Setelah menyusun outline maka telah sampailah kita pada tahap akhir, yaitu menulisnya. Setiap hal-hal penting yang telah dicatat dikembangkan menjadi lebih spesifik dan kompleks. Kemudian dihubungkan satu sama lain menjadi kesatuan tulisan yang padu.
a. Abstrak
Pada bagian ini tulisan yang dimuat adalah berupa uraian singkat dari masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan dan hasil penelitian. Ditulis dengan panjang kurang lebih 250 kata. Setelah semua diuraikan, buat kata kunci (keyword) tepat dibawahnya. Tulis kurang lebih 3-5 kata utama/ kata kunci.
b. Pendahuluan
Pendahuluan memuat kalimat pembuka dan pengantar menuju pembahasan. Pada poin ini cukup dipaparkan latar belakang dan rumusan masalahnya. Pendahuluan juga memungkinkan kita mencantumkan pentingnya topik yang diangkat meliputi analisa, argumentasi dan pendirian penulis mengenai suatu masalah.
c. Metode Penelitian
Metode yang digunakan untuk menganalisis data.
d. Pembahasan
Pembahasan adalah jantung dari keseluruhan tulisan. Oleh karena itu bagian ini tidak boleh sampai terlewatkan ataupun dianggap sepele. Namun apabila kamu sudah mengikuti tahapan-tahapan tadi dengan baik dan benar maka poin pembahasan tentu akan mudah untuk disusun.
Karena sejatinya pembahasan hanya pola yang dikembangkan dari outline atau kerangka tulisan yang telah dibuat sebelumnya. Gagasan-gagasan penting yang telah kita tulis merupakan titik acuannya yang dipaparkan menjadi lebih luas dan terperinci yang kemudian dihubungkan satu sama lainnya.
C. Penutup
Pada bagian ini cukup dimuat kesimpulan dari keseluruhan isi dan bahasan artikel. Mengambil kesimpulan dapat dilakukan dengan menulis kembali hal-hal paling penting dari setiap poin di bagian pembahasan lalu ditarik sebuah kesimpulan besar untuk menjawab rumusan masalah.
Jika rumusan masalahnya mempertanyakan tentang adakah suatu hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya, maka pada kesimpulan dijawab ada hubungan atau tidak ada hubungan. Kemudian disertakan argumennya berpijak pada bagian pembahasan.
D. Daftar Pustaka
Daftar referensi yang dijadikan pedoman dalam menulis artikel ilmiah. Salah satunya menggunakan Mendeley dengan gaya Chicago Full Note. Buku dengan satu penulis ditulis dengan format: Nama penulis (dibalik). Judul Buku. Tempat Penerbitan: Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh: Porter, Michael. On Competition. Boston: Harvard Business School Press, 1998.
Untuk buku dengan dua atau tiga penulis, cara pengutipan sama dengan cara pengutipan buku dengan satu penulis di atas dengan penambahan kata “dan” sebelum nama penulis terakhir.
Contohnya: Pettit, Dave dan Rich Jaroslovsky. Online Investing. New York: Crown Business, 2000.
Untuk buku dengan empat atau lebih penulis, sama dengan cara pengutipan buku sebelumnya. Perbedaannya terletak penyingkatan pengarang kedua dan seterusnya. Tulislah nama pengarang pertama, diikuti dengan “et al” (“dan lain-lain”) baik pada catatan kaki (footnote) atau daftar pustaka (bibliography).
Nama penulis (dibalik). “Judul Bagian Buku” dalam Judul Buku, diedit oleh Nama Editor, halaman bagian buku yang ditulis oleh penulis dimaksud. Tempat penerbitan: Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh: Brook, Christopher. “Regionalism and Globalism.” Dalam Asia Pacific In The New World Order, diedit oleh Anthony McGrew dan Christopher Brook, 230-244. London: The Open University, 1998.
PENUTUP
Itulah cara atau langkah-langkah dalam menulis sebuah artikel ilmiah. Pada intinya yang harus diperhatikan adalah penggunaan bahasa dan sistematikanya. Pada artikel ilmiah disusun lebih sistematis dengan adanya bagian-bagian seperti abstrak, pendahuluan, pembahasan dan penutup. Sedangkan pada artikel non-ilmiah/ biasa hanya dibuat dengan susunan paragraf saja.
Semoga tulisan ini membantu kamu dalam menulis artikel ilmiah ya..
Referensi:
Heri Jauhari, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.
Samidiria. AS Haris, Menulis Artikel dan Tajuk Rencana




